home Others Tidak Semua Informasi Dapat Dinyatakan Pengetahuan, Apa Saja Syaratnya?

Tidak Semua Informasi Dapat Dinyatakan Pengetahuan, Apa Saja Syaratnya?

Apakah anda penasaran bagaimana informasi dapat dinyatakan sebagai pengetahuan atau tidak? Semuanya dapat diketahui dengan memahami syarat pembuatnya.

Dalam mendapatkan informasi, setiap orang dapat dengan mudah menemukannya. Informasi dapat ditemukan melalui internet, buku ataupun orang terdekat. Namun lain halnya dengan pengetahuan, knowledge tidak bisa didapatkan dengan sembarangan. Dan tidak semua informasi termasuk dalam knowledge. Lantas, bagaimana sebuah informasi bisa dikatakan sebagai knowledge? Jawabannya ada pada syarat ilmiah dari ilmu. Apakah syarat yang dimaksud?

Faktor yang Mempengaruhi Knowledge?

Ilmu atau knowledge pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah pendidikan yang dimiliki oleh individu tersebut. Pendidikan dapat mempengaruhi visi pendidikan dan cara menilai seseorang. Kebanyakan orang yang berpendidikan tinggi, tidak mudah percaya pada orang lain. Selain pendidikan, media menjadi salah satu pengaruh lainnya.

Media dirancang secara khusus untuk mencapai masyarakat. Melalui media, masyarakat bisa memperoleh informasi yang penting dan terbaru dalam setiap harinya. Semakin banyak media yang dapat dimanfaatkan, semakin besar informasi yang diperoleh. Faktor terakhir adalah informasi yang dianggap sebagai media transfer knowledge. Karena dari salanalah berbagai data bisa diperoleh.

Apa Syarat Sebuah Pengetahuan?

Kapan sesuatu dapat dinyatakan sebagai ilmu? Ternyata hal ini dinyatakan bila telah melengkapi semua persyaratan. Lantas, apa saja persyaratan yang dimaksud?

  1. Universal

Pertama, syarat dari sebuah ilmu adalah kebenaran yang hendak dicapai. Dalam hal ini adalah kebenaran yang bersifat umum. Universal adalah syarat ilmu yang keempat, namun kini ilmu-ilmu sosial menyadari adanya perbedaan dalam kadar universalitas. Karena itu, perlu disediakan konteks tertentu untuk menyebutnya sebagai ilmu.

  1. Metodis

Metodis atau metode adalah upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pencarian kebenaran. Singkatnya, metodis merupakan metode tertentu yang digunakan dan akan merujuk pada metode ilmiah. Konsekuensi dari hal ini adalah harus ditemukannya cara tertentu untuk menjamin atau kepastian dari sebuah kebenaran.

  1. Objek Kajian

Sebuah ilmu harus memiliki obyek kajian yang terdiri dari golongan masalah yang sama. Baik dari sifat hakikatnya, baik dari tampak luar ataupun bentuknya dari dalam. Dalam mengkaji sebuah obyek, dicari sebuah kebenaran yaitu persesuaian antara tahu dengan obyek. Karenanya kebenaran dinyatakan sebagai obyektif, bukan subyektif dari peneliti.

  1. Sistematis

Dalam menjelaskan suatu obyek, ilmu harus diuraikan secara teratur. Tulisan disampaikan secara logis, sehingga membentuk sistem yang terpadu. Bila obyek yang diteliti tidak diuraikan secara sistematis, maka sesuatu tidak dapat dinyatakan sebagai ilmu. Hal ini perlu diperhatikan, karena banyak kesalahan yang terjadi pada bagian ini.

Rupanya tidak semua hal dapat dinyatakan sebagai ilmu. Sesuatu yang dapat dinyatakan sebagai pengetahuan harus sesuai dengan syarat-syarat di atas. Tanpa persyaratan tersebut, sesuatu tidak termasuk ilmu dan anda harus memeriksanya kembali.

shares