home Lifestyle Menciptakan Sumber Air dari Pepohonan Hijau

Menciptakan Sumber Air dari Pepohonan Hijau

Source: Forest News CIFOR

Di tempat yang kering akan pepohonan hijau seperti di Burkina Faso, Afrika, menanam pohon seringkali diragukan bila dapat memberikan manfaat akan ketersediaan air yang sangat dibutuhkan.

Burkina Faso merupakan tempat tinggal bagi salah satu penduduk miskin di dunia, di mana air yang terbatas, tidak hanya membatasi produksi pangan, gizi dan kesehatan, tetapi juga mengurangi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan mata pencaharian.

Asumsi ini mendorong para peneliti untuk meneliti fungsi pohon, apakah benar dapat meningkatkan jumlah air di dalam tanah. Para peneliti melakukan sejumlah tes untuk melihat kontribusi tutupan pohon (kanopi pohon), disebut dengan ‘teori tutupan pohon’ – terhadap jumlah maksimum resapan air tanah.

Fakta yang berhasil ditemukan adalah ketika sejumlah pohon tumbuh, maka jumlah resapan air tanah dimaksimalkan oleh fungsi pohon sebagai penghasil air. Hasil riset ini telah diterbitkan di jurnal ilmiah Scientific Reports yang meneliti keterkaitan antara pepohonan dan air di daerah yang kering.

Douglas Sheil, salah satu peneliti dari Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) berpendapat bahwa temuan ini dapat membantu merubah pandangan umum tentang korelasi pohon dan ketersediaan air.

Temuan dari studi ini memungkinkan orang untuk menanam lebih banyak pohon, termasuk mendukung pengelolaan lahan dengan menanam pohon di wilayah daerah rampasan air, menurut Douglas Sheil.

“Sebagian besar wilayah tropis kering ini benar-benar tidak memiliki tutupan pohon, jadi akan menguntungkan apabila memiliki lebih banyak pohon, karena masyarakat sekitar akan mendapatkan manfaatnya, seperti kayu bakar, buah dan masih banyak lagi.” jelas Sheil.

HADIAH DARI POHON

Aida Bargués Tobella dari Swedish University of Agricultural Sciences, salah satu peneliti menjelaskan dua pandangan kontras tentang hutan dan air yaitu Teori Imbal Balik dan Teori Spons.

Teori Spons yaitu hutan telah menyerap air selama musim hujan dan perlahan-lahan melepaskan air selama musim kemarau, sehingga tetap mengaliri aliran sungai. Teori Imbal Balik yaitu jumlah pohon yang lebih banyak ditanam, namun air yang dihasilkan sedikit.

“Kedua persepsi memiliki maksud masing-masing, namun apa yang kami tunjukkan adalah bahwa efek bersih dari resapan air tanah bergantung pada tingkat tutupan pohon.” kata Bargués Tobella.

Dalam menguji tingkat air tanah baik dekat dan jauh dari lokasi pepohonan di bentang alam selama beberapa tahun lalu, para peneliti menemukan bahwa jumlah tutupan pohon yang tidak terlalu banyak, membuat lebih banyak ketersediaan air dibandingkan jika tidak ada pepohonan sama sekali atau kelebihan pepohonan.

“Tanpa pohon, tanah tropis sensitif ini akan kehilangan pori-pori besar, yang bertanggung jawab untuk mengalirkan air ke dalam tanah dengan cepat. Tanpa pori-pori, air akan mengalir jauh di permukaan tanah atau terjebak di permukaan tanah padat dan menguap.” jelas Ulrik Ilstedt dari Swedish University of Agricultural Sciences (SLU), penulis utama dari studi tentang pepohonan. Ada faktor lainnya juga yang bisa mempengaruhi ketersediaan air, termasuk jenis pohon, kualitas tanah serta jenisnya, dan iklim.

Para peneliti percaya, bahwa peningkatan tutupan pohon di daerah tropis dapat memberikan akses air pada masyarakat, karena air memberikan dampak besar pada kehidupan mereka.

shares